Usai comeback di Mugello, ada ekspektasi tinggi terhadap Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) saat MotoGP kembali ke Balaton Park – sirkuit di mana #93 mengemas kemenangan ganda pada 2025 – dan Juara Dunia MotoGP tujuh kali itu berhasil mengulanginya lagi musim 2026. Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) memang membuatnya berjuang keras, tetapi Marquez mampu meredam perlawanan pesaingnya. Namun, itu Balaton Park, sedangkan Brno diyakini bakal hadirkan tantangan berbeda.
DUEL
Musim lalu, Marquez cetak kemenangan ganda di Brno, tetapi selisih kemenangan tidak sepenuhnya mendominasi. Ini bukan trek legendaris, juga bukan trek berlawanan arah jarum jam. Ini adalah lintasan di mana kondisi medan bisa menjadi sedikit lebih jelas, dan sirkuit di mana Acosta juga bersinar pada 2025 – kalah dengan selisih kurang dari satu detik dalam Sprint. Jadi di tempat yang berbeda, dengan keberuntungan yang berbeda bagi beberapa rival utamanya, akankah Marquez menjadi pembalap yang menjadi target di Republik Ceko? Bisakah Acosta membuat rematch, yang mana dia keluar sebagai pemenang? Atau akankah kekuatan lain di depan kembali beraksi?
YANG HARUS DIBUKTIKAN
Tak banyak hal yang lebih sulit ketimbang seorang rekan setim, yang menempati peringkat kedua klasemen Kejuaraan Dunia, menyingkirkan rekan setimnya yang merupakan pemimpin klasemen di Tikungan 1, dan Aprilia ingin tampil agresif di Brno untuk menegaskan kembali posisi mereka setelah kemenangan Marc Marquez.
Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), dengan empat kemenangan Grand Prix sejauh ini, tidak pernah berkesempatan menunjukkan kecepatannya di Hungaria. Di sisi lain, Jorge Martin ingin melakukan penebusan kesalahan. Tetapi ia harus menjalani Double Long Lap Penalty, hukuman yang dijatuhkan kepadanya atas insiden di Balaton Park lalu.
Raul Fernandez (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) ingin keberuntungannya berbalik untuk mendapatkan kesempatan menunjukkan performanya, sedangkan Ai Ogura (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) menginginkan lebih. Tak hanya dalam hal podium, tetapi juga dalam hal jarak dengan pemenang saat bintang Jepang menghadapi musim keduanya di MotoGP secara makin mengesankan.
Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) juga memiliki banyak hal untuk dibuktikan. Sayangnya, insiden di Tikungan 1 Balaton Park membuat Diggia terlempar jauh ke belakang, membatasi poin yang bisa dibawanya pulang. Demikian pula Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) terkena dalam insiden itu. Walalu begitu, kecepatan yang ditunjukkan selama akhir pekan GP Hungaria menunjukkan bahwa ia berpotensi untuk membalas di GP Ceko.
DALAM PERFORMA MENANJAK
Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) sedang dalam penampilan yang tenang namun nyata. Dari promosi podium pada menit-menit akhir di GP Catalunya, hingga performa memukau di Mugello untuk meraih finis ketiga. Pecco kembali mengamankan posisi ketiga yang solid di Balaton Park. Musim lalu, peraih pole position di Brno adalah Bagnaia. Sepertinya kita bisa mengharapkan kemajuan lagi dari #63.
Sementara itu, Luca Marini (Honda HRC Castrol) disinyalir akan makin termotivasi dengan hasil finis kelima di GP Hungaria, menjadikannya sebagai pembalap Honda terbaik. Lalu, rookie Diogo Moreira (Pro Honda LCR) datang ke Brno bermodalkan posisi keenam yang diklaimnya di Balaton Park. Melihat tren impresifnya dalam tiga putaran terakhir, tentu menarik untuk dinantikan kiprahnya akhir pekan ini.
SECERCAH PROGRES
Yamaha menjalani akhir pekan yang lebih positif di GP Hungaria. Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) menampilkan kinerja yang cukup baik dan mampu mempertahankan posisinya hingga finis kedelapan. Rekan setimnya, Toprak Razgatliouglu mencetak posisi ke-11. El Turco hanya terpaut setengah detik dari sepuluh besar. Brno akan menjadi tantangan baru bagi YZR-M1 bertenaga V4, dan Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP) serta Fabio Quartararo, yang tidak finis di Balaton Park – karena memotong lintasan dan dikenai Long Lap Penalty, tentu ingin bergabung dengan Pramac dalam perebutan Top 10.
CARI HARAPAN BARU
Joan Mir (Honda HRC Castrol) coba melupakan kekecewaan di GP Hungaria dengan mengalihkan perhatiannya ke GP Ceko. Apalagi setelah insidennya dengan Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) di GP Hungaria. Sedangkan rivalnya, Bestia, menginginkan hari balapan yang lebih tenang di Brno. Musim lalu, Bastianini berhasil podium Sprint. Sementara itu, Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) ingin menemukan kecepatan dan arah yang tepat, dan Maverick Vinales (Red Bull KTM Tech3) masih dalam proses pemulihan dari cedera bahu.
Di tempat lain, Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) mengamankan posisi sepuluh besar di Balaton Park. Tetapi itu adalah akhir pekan yang sulit. Ia pun berharap kenangan indah dari Brno, saat menang sebagai rookie pada 2020, akan membantunya menemukan performa terbaiknya.
10 TAHUN KEMUDIAN
Kembalinya Cal Crutchlow ke MotoGP, menggantikan Johann Zarco yang cedera untuk Castrol Honda LCR, telah disambut dengan antusias. Kini, akhir pekan di GP Ceko juga sangat tepat karena menandai sepuluh tahun sejak pembalap Inggris itu menang di Brno pada 2016 silam, menjadi pemenang asal Inggris pertama di MotoGP sejak Barry Sheene pada 1981.
Kita juga masih menunggu apakah Alex Marquez kembali, atau siapa yang akan menggantikannya di BK8 Gresini Racing MotoGP. Itu masih menjadi pertanyaan yang akan segera dijawab. Tampil sebagai pembalap pengganti, performa Iker Lecuona di GP Hungaria sangat mengesankan. Pertama kalinya berlomba dengan Desmosedici GP26, dan ia berhasil finis ketujuh.
Sirkuit klasik yang kini kembali masuk kalender, Brno siap menyambut MotoGP kembali ke Republik Ceko. Jangan sampai ketinggalan aksinya. Ada banyak hal bisa menjadi lebih jelas dalam catatan performa – dan momentum pasti dipertaruhkan!