Jerez ke Le Mans. Dari satu tempat legendaris ke tempat legendaris lainnya. Ronde kelima musim MotoGP 2026 membawa kita kembali ke salah satu sirkuit paling terkenal – dan salah satu yang menjadi tuan rumah edisi 2025 yang tak terlupakan setelah home hero Johann Zarco (Castrol Honda LCR) menjadi pemenang asal Prancis pertama dalam Grand Prix Prancis sejak 1954 silam.
Rider bernomor #5 itu dan kompatriotnya, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP), tentu bakal mendapat dukungan yang lantang dan penuh semangat dari sebagian besar penonton di Le Mans akhir pekan ini. Dan aksi kedua pembalap akan diiringi perkembangan lanjutan yang menarik dalam perburuan gelar juara MotoGP 2026.
PAHLAWAN KEMBALI KE KAMPUNG HALAMAN
Kita akan membahasnya sebentar lagi, tetapi banyak fokus akan tertuju pada pemenang musim lalu, Zarco, dan Quartararo yang selalu populer. Zarco menampilkan performa terbaiknya di Jerez. Start dari baris depan dikonversinya menjadi finis ketujuh yang sangat solid pada balapan hari Minggu. Lima besar mungkin bisa diraihnya, jika ia mampu bertahan beberapa lap lagi. Jelas itu merupakan suntikan kepercayaan diri yang bagus bagi seorang pembalap yang sangat menantikan untuk kembali ke Le Mans memiliki kenangan istimewa baginya.
Tes Jerez yang positif bagi Quartararo diharapkan memberinya peluang lebih baik untuk menciptakan keajaiban di balapan kandang. Namun, mengingat pengembangan Yamaha V4, ekspektasi akan tetap terkendali sebelum roda diputar dengan penuh semangat di Le Mans. Pun begitu, jika ada yang bisa melakukan keajaiban saat dibutuhkan, El Diablo adalah kandidat teratas.
APRILIA & BEZZECCHI TERUS JAGA MOMENTUM
Catatan lima kemenangan beruntun memang telah berakhir, tetapi Marco Bezzecchi dan Aprilia Racing tetap menjadi tim yang harus dikalahkan di Le Mans. Bez pernah menang pada 2023 saat masih memperkuat VR46 Racing Team. Jadi, ia memiliki rekam jejak yang baik di sirkuit sepanjang 4,1 km ini.
Finis kedua Bezzecchi di Jerez membuat keunggulan poinnya bertambah jadi 11 poin atas rekan setimnya, Jorge Martin, yang terus menunjukkan penampilan konsisten. Martinator start dari posisi ke-10 dalam balapan kandangnya lalu, dan berhasil mengamankan posisi keempat. Martin – pemenang GP Prancis 2024 – datang berbekal konsistensi, menambah amunisinya yang sudah mumpuni.
Untuk menambah semangat pada akhir pekan fantastis lainnya bagi Aprilia, GP Spanyol juga menyaksikan keempat motor RS-GP26 yang menembus finis enam besar. Serangan akhir Ai Ogura saat menyalip rekan setim Raul Fernandez pada lap terakhir, memastikan Trackhouse MotoGP Team mengemas posisi kelima serta keenam. Tim balap asal Amerika itu pun tetap berada di peringkat kedua klasemen tim.
DIGGIA PIMPIN ARMADA DUCATI
Bisa dibilang ada emosi yang kontras dalam garasi Ducati di Jerez. Ducati Lenovo Team merayakan podium ganda pada Tissot Sprint, namun berakhir dengan kekecewaan saat Marc Marquez dan Francesco Bagnaia mengalami kegagalan finis – hasil yang membuat Sang Juara Dunia bertahan terpaut 44 poin dari Bezzecchi.
Ducati jelas perlu segera merespons di Le Mans, sirkuit tempat Danilo Petrucci, Jack Miller, Enea Bastianini, Bezzecchi, dan Martin telah menang dengan motor Desmosedici GP. Sementara itu, Marc Marquez memenangi GP Prancis pada 2019 bersama Honda.
Walau semangat sedang rendah di kubu merah, sebaliknya kubu biru dan kuning tengah menikmati penampilan yang memukau di Jerez. Kemenangan MotoGP keempat diraih Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP), yang adalah kemenangan keduanya secara beruntun di GP Spanyol. Performa tanpa cela untuk meraih poin maksimal sangat dibutuhkan setelah awal musim #73 yang kurang memuaskan. Sekarang ia pasti ingin membuktikannya.
Di sisi lain, finis ketiga Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) di Jerez, berarti ia kembali memegang kendali penuh Ducati Marc Marquez. Dengan awal yang bagus dari Diggia sejauh ini, sang pembalap Italia m naik ke peringkat ketiga klasemen kejuaraan.
Le Mans yang diguyur hujan musim lalu menandai podium Sprint perdana Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP). Ia masih jadi pembalap yang berusaha kembali ke performa terbaiknya setelah patah tulang paha saat pramusim. Dan setelah mengantongi medali Sprint di Jerez, dapatkah Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) menemukan mojonya lagi untuk kembali bersaing di barisan depan dalam GP Prancis?
KTM MENCARI GEBRAKAN
Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) finis sebagai pembalap KTM terbaik di posisi kedelapan bukanlah yang diharapkan pabrikan Austria di Jerez. Bukan karena Bestia memimpin RC16, tetapi karena skuad oranye jauh dari persaingan podium setelah awal musim yang sempat mengantarkan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) ke puncak klasemen. El Tiburon hanya mampu posisi ke-10 di GP Spanyol, satu tingkat di atas tandemnya, Brad Binder, dan itu membuat #37 kehilangan peringkat ketiga klasemen yang diambil alih oleh Giannantonio.
Namun, pertanyaan-pertanyaan penting tampaknya telah terjawab dalam Tes Jerez. Semoga saja itu benar. Kita juga masih menunggu untuk melihat apakah Maverick Vinales (Red Bull KTM Tech3) mampu kembali beraksi untuk balapan kandang Tech3 akhir pekan ini. Namun, tim menyatakan masih terlalu dini sehingga Jonas Folger akan menggantikannya.
HRC & YAMAHA BERUSAHA TINGKATKAN KINERJA
Luca Marini dan rekan setimnya di Honda HRC Castrol, Joan Mir, tidak menjalani hari Minggu yang menyenangkan di Jerez. Marini mengalami kerusakan motor saat awal balapan dan membawa RC213V miliknya ke posisi ke-13. Sedangkan penalti Long Lap ganda yang dijatuhkan kepada Mir mengurangi peluangnya untuk masuk sepuluh besar. Duo ini akan berupaya membalikkan keadaan di Le Mans.
Posisi ketujuh yang dibukukan Zarco merupakan poin yang solid dan tanda kemajuan yang jelas di tim HRC, sementara misi rookie Diogo Moreira (Pro Honda LCR) adalah untuk mendulang poin lagi.
Pembalap andalan Yamaha di Jerez adalah Quartararo, tetapi finis ke-14 tak cukup baginya. Pastinya, ia berupaya meraih hasil yang lebih baik di Le Mans. Di tempat lain, Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP), lalu pemenang GP Prancis 2021, Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP), serta Toprak Razgatlioglu akan berupaya cetak poin.
Le Mans terkenal dengan kebisingan dan gairahnya yang luar biasa, dan 2026 tidak akan jauh berbeda. Mampukah Aprilia rebut podium tertinggi? Akankah hujan menjadi faktor penentu lagi? Bisa jadi akan ada kejutan besar lainnya. Jadi, tonton Michelin® Grand Prix Michelin® Prancis pada 8 – 10 Mei!