Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) akhirnya berhasil memujudkan mimpi masa kecil dengan kemenangan Grand Prix kandangnya untuk pertama kalinya, dalam akhir pekan penuh pemecahan rekor bagi pabrikan Noale di Mugello. Bez kini akan tiba di Balaton Park dengan keunggulan 17 poin atas rekan setimnya, Jorge Martin.
APRILIA TERUS MELAJU KENCANG
Pabrikan Noale benar-benar mendominasi GP Italia. Mulai dari mengunci start front row, Sprint 1-2, dan Grand Prix 1-2. Bahkan memecahkan rekor Top Speed MotoGP, serta rekor lap sepanjang masa di Mugello. Aprilia pun berharap rangkaian kesuksesan ini berlanjut di GP Hungaria, di tengah rivalitas Bezzecchi dan Martin dalam perebutan gelar juara. Musim lalu, keduanya mengemas finis posisi ketiga serta keempat. Namun, melihat bagaimana kompetitifnya RS-GP26, Aprilia nampaknya bakal sulit dibendung.
Begitu pula duet Trackhouse MotoGP Team. Jika bukan karena kesalahan di Tikungan 1 pada lap pembuka, Raul Fernandez mungkin saja merayakan podium ganda di Mugello. Rekan setimnya, Ai Ogura, juga hampir naik podium. Akan tetapi, kecepatannya pada akhir balapan tidak cukup untuk mengalahkan pahlawan tuan rumah, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team), yang membendung serangan rider Jepang tersebut.
JANGAN REMEHKAN DUCATI
Comeback-nya Marc Marquez merupakan dorongan besar bagi Ducati Lenovo Team, terlihat dari raut wajah semringah dan pernyataan sang Juara Dunia bertahan yang positif setelah menjalani operasi. Kini, menghadapi sirkuit yang didominasinya musim lalu, kiprah #93 patut diperhitungkan. Sudah menjadi rahasia umum, ia punya keunggulan lebih di trek berlawanan arah jarum jam.
Di sisi lain, Pecco berharap dapat mempertahankan kinerja gemilangnya selama akhir pekan GP Hungaria. Penampilannya saat GP Italia, terutama bagaimana ia menangkis perlawanan Ogura, menunjukkan pembalap bernomor #63 itu kembali ke performa terbaik. Senang melihat juara MotoGP dua kali itu tersenyum lagi di Grand Prix kandangnya.
Senyuman juga terpancar dari Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team). Podium Sprint dan finis kelima di GP Italia memastikan #49 tetap bertengger pada peringkat ketiga klasemen Kejuaraan Dunia. Tahun lalu, ia meraih podium Sprint. Namun, masalah saat GP Hungaria membuatnya harus start dari pit lane. Jadi, bisakah Di Giannantonio membalikkan keadaan di Balaton Park?
Rekan setimnya, Franco Morbidelli, mengharapkan akhir pekan yang lebih baik setelah Mugello berakhir kurang memuaskan. Sama seperti Diggia, Franky juga memiliki catatan podium Sprint GP Hungaria. Sementara itu, Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP), diyakini mengusung target ikut dalam perebutan podium di Balaton Park, sirkuit yang terbilang jauh lebih mudah bagi dirinya, di tengah kondisi fisik yang masih pemulihan cedera. #54 akan memiliki tandem anyar, Iker Lecuona, yang mana bintang WorldSBK itu menggantikan Alex Marquez.
AMBISI ACOSTA
Pedro Acosta adalah contoh nyata dari seseorang yang mengerahkan seluruh kemampuannya. Pembalap bernomor #37 ini mengeluarkan setiap tetes performa RC16 di Mugello. Ia finis keenam, serta sempat bertarung sengit dengan Marc Marquez. Pun begitu, ini jelas belum cukup bagi Acosta yang mengemas posisi kedua di GP Hungaria 2025. Jika melihat hasil musim lalu, ia berpotensi ikut bersaing memperebutkan kemenangan.
Brad Binder menyebut Balaton Park sebagai sirkuit yang lebih cocok untuk RC16 ketimbang Mugello, sedangkan Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) menyesali dua kecelakaan yang membuatnya kehilangan dua peluang besar untuk menembus 10 besar. Ditambah dengan Maverick Vinales, mampukah trio pembalap itu jadi penantang Acosta?
MOREIRA JAGA MOMENTUM
Sebuah penampilan terbaik dari rookie Diogo Moreira (Pro Honda LCR) di Mugello. Pertama kalinya lolos langsung ke Q2, mengklaim posisi start kedelapan, menyalip MM93 saat Sprint, dan meraih finis P10. Kemajuan yang solid, serta modal berharga jelang GP Hungaria.
Adapun, duo Honda HRC Castrol: Joan Mir dan Luca Marini, mengharapkan situasi di Balaton Park dapat lebih berpihak kepada mereka. Apalagi setelah kedunya finis di belakang seorang pembalap rookie pada GP Italia.
Sedangkan sosok veteran Cal Crutchlow kembali mengenakan baju balap Castrol Honda LCR. Pembalap Inggris itu ditunjuk lagi sebagai pengganti Johann Zarco yang tengah pemulihan
MISI BANGKIT KEMBALI
Layout sirkuit Mugello yang luas dan lintasan lurus yang sangat panjang selalu menjadi tantangan yang sangat berat bagi Yamaha. Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) meraih poin tertinggi bagi pabrikan garpu tala setelah pertarungan pada lap terakhir dengan rookie Toprak Razgatliouglu.
Namun, penampilan Alex Rins yang langsung lolos ke Q2 adalah hal positif. Sementara tandemnya, Fabio Quartararo, memetik hasil GP Italia di bawah ekspektasi. Akhir pekan ini, layout Balaton Park yang benar-benar berbeda dalam hampir setiap aspek, diharapkan dapat memberikan perubahan bagi kuartet penunggang Yamaha V4 tersebut.
Dari perbukitan Tusca ke pemandangan tepi danau Balaton, MotoGP kembali beraksi untuk menyuuguhkan aksi sebagai olahraga paling seru di dunia. Nantikan dan jangan lewatkan GP Hungaria pada 5 – 7 Juni 2026!