Tuntas sudah rangkaian tur Eropa. Kini, para pembalap MotoGP menuju wilayah timur untuk menghadapi tur Asia. Ini bakal menjadi fase penutup musim bagi perburuan titel Kejuaraan Dunia yang panas dan sengit. Setelah tiba di Red Bull Ring dengan perolehan poin sama kuat, Jorge Martin (Aprilia Racing) sekarang memimpin klasemen serta unggul atas Juara Dunia bertahan, Marc Marquez (Ducati Lenovo Team).
Selain gap poin yang ketat antara mereka berdua, tiga pembalap teratas klasemen juga hanya dipisahkan 42 poin–jumlah yang sedikit lebih besar dari total poin yang bisa diraih dalam satu akhir pekan balapan. Sementara peringkat keempat sekarang ditempati pembalap bintang yang tengah dalam momentum menyusul raihan kemenangan perdananya. Ia perlu diperhatikan lantaran terus memangkas jarak.
DUA TERATAS: Martin vs Marc Marquez
Setelah tampil gemilang dengan kemenangan Sprint dan finis kedua di GP Austria, Martin tiba di Jepang dalam situasi yang sangat berbeda dibandingkan musim lalu. Kala itu, ia mengalami akhir pekan yang ingin dilupakan. Martinator menabrak rekan setimnya, Marco Bezzecchi, saat Sprint Motegi dan menderita patah tulang selangka. Kini, #89 datang sebagai pemimpin klasemen dan sang pemenang GP Jepang 2023 ini akan berjuang meraih kemenangan Grand Prix keduanya musim ini.
Di sisi lain, Marc Marquez kembali ke tempat di mana ia menuntaskan salah satu kisah kebangkitan olahraga paling hebat pada 2025—yang mengantarkan #93 sebagai Juara dunia MotoGP ketujuh kalinya. Akan tetapi, posisinya musim ini berbeda. Dengan catatan lima kemenangan Grand Prix dan enam kemenangan Sprint, pembalap kelahiran Cervera itu harus menghadapi rival yang tangguh. Konsistensi melawan kecepatan—dua juara hebat yang akan saling berhadapan langsung.
DALAM PENGEJARAN: Bezzecchi dan Acosta Masih Bersaing
Menempati peringkat ketiga klasemen, Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), tetap patut diwaspadai dalam perebutan gelar juara. Musim ini, rangkaian balapan flyaway menjadi momentum bagi #72 untuk mengamankan tiga besar klasemen akhir. Performa dalam enam pekan ke depan pun akan sangat menentukan peluang Bez. Dengan catatan perolehan poin terbanyak kedua sejak Motegi 2025, rider Italia ini masih sangat diperhitungkan.
Lalu, ada Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) yang muncul sebagai ancaman serius pada fase akhir musim ini. El Tiburon mengemas lima kali finis lima besar secara beruntun–tiga di antaranya podium dan yang terakhir adalah kemenangan perdana. Acosta jelas siap tampil garang memasuki rangkaian tur Asia. Selisih 72 poin memang cukup besar, namun seperti halnya Bezzecchi, bintang KTM itu berkinerja luar biasa pada periode yang sama tahun lalu dan menjadi pengumpul poin terbanyak ketiga sejak GP Jepang dan seterusnya.
Momen nyaris menang pertamanya pada kelas premier terjadi di Motegi pada musim debutnya. Bisakah Acosta kembali meraih kemenangan akhir pekan ini? Seperti yang dikatakannya sendiri, ia tidak akan rugi apa pun dalam pertarungan gelar MotoGP 2026. Justru sebaliknya, ada banyak hal yang bisa diraihnya.
PULANG KE RUMAH: Ogura Sang Penantang Kuat
Penampilan solid di Red Bull Ring dengan dua kali finis keempat menunjukkan bahwa Ai Ogura (SuperFile Trackhouse MotoGP Team) sedang dalam performa terbaik menjelang balapan kandangnya. Setelah mundur dari GP Jepang karena cedera tangan, pembalap bernomor #79 ini tentu bertekad untuk menebusnya, sembari memikul harapan besar dari publik tuan rumah.
Tepat di depan sang bintang tuan rumah, ada Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team). Meski hanya terpaut empat poin dari Acosta, Diggia belum berhasil menembus posisi lima besar dalam empat balapan terakhir, sehingga ia membutuhkan perolehan poin besar dalam tujuh Grand Prix tersisa. Ia masih dalam persaingan, namun tentu ingin lebih berperan aktif dalam perebutan podium.
REKAM JEJAK DI MOTEGI: Top 10, Peraih Kemenangan Ganda, dan Lainnya
Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) dan Alex Marquez (Gresini Racing MotoGP) sama-sama finis sepuluh besar di Motegi musim lalu, sementara Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) berbekal memori indah saat membukukan kemenangan ganda di GP Jepang 2025. Menduduki peringkat kesembilan klasemen, Pecco dalam posisi tak terlalu diunggulkan untuk mengulangi pencapaiannya itu akhir pekan ini. Tetapi, kemampuan sang Juara Dunia MotoGP dua kali tentu tidak bisa diremehkan. Sedangkan Fermin Aldeguer (Gresini Racing MotoGP) berharap dapat kembali menemukan performa terbaiknya.
PABRIKAN JEPANG: Balapan Kandang Honda dan Yamaha
Grand Prix Jepang membawa optimisme bagi Honda dan Yamaha. Luca Marini (Honda HRC Castrol) menjadi tumpuan utama Honda menjelang balapan di Motegi, Diogo Moreira (Pro Honda LCR) berupaya kembali menembus sepuluh besar usai beberapa balapan yang cukup berat, dan Johann Zarco (Castrol Honda LCR) mengincar finis Top 10 dua kali beruntun.
Publik tuan rumah juga memiliki alasan tambahan untuk bersorak dengan tampilnya Takaaki Nakagami sebagai wildcard. Meskipun Honda podium musim lalu berkat Joan Mir (Honda HRC Castrol), sayangnya ia harus absen karena sakit dan posisinya digantikan oleh Somkiat Chantra.
Di kubu Yamaha, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) menjalani GP Austria dengan performa yang jauh lebih positif daripada yang tercermin dalam hasil akhirnya. Rekan setimnya, Alex Rins, serta duo Prima Pramac Yamaha MotoGP, Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu, semuanya bertekad kembali mendulang poin saat kompetisi berlanjut di GP Jepang.
PATUT DIPERHATIKAN: Performa Menanjak Binder
Finis keenam yang dicetak Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) di Red Bull Ring menjadi modal berharga menjelang fase akhir kiraphnya di MotoGP. Sementara itu, Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) berharap bisa mengulangi pencapaian finis lima besar dalam dua balapan di Motegi—seperti yang pernah ia lakukan sebelumnya—setelah melewati masa-masa sulit. Kemudian, Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) tercatat pernah podium Sprint Motegi pada 2024.
Kita juga menantikan siapa yang akan berbagi garasi dengan Bestia, menyusul kembalinya Maverick Vinales dalam tes ban di Austria pekan lalu. Apakah Top Gun sudah siap untuk balapan? Kita tunggu jawabannya.
Pasang alarm dan bersiaplah menyaksikan GP Jepang, yang menjadi titik dimulainya rangkaian balapan penutup musim serta menjanjikan momen-momen tak terlupakan, apalagi Mandalika juga sudah menanti tak lama lagi. Jangan sampai ketinggalan!