Hanya terpaut dua poin. Ini adalah selisih terkecil yang pernah ada antara dua pembalap teratas dalam perebutan gelar Juara Dunia MotoGP setelah 16 Grand Prix. Bisa dikatakan, pertarungan titel Kejuaraan antara Jorge Martin (Aprilia Racing) dan Marc Marquez (Ducati Lenovo Team)—dengan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing) yang juga siap menerkam peluang—telah tertata dengan sempurna. Perburuan gelar musim 2026 yang memikat ini kini berlanjut ke lokasi nan indah di Lombok, tepatnya di Pertamina Mandalika International Circuit, untuk putaran Pertamina Grand Prix of Indonesia.
JM89 vs MM93 BERLANJUT DI LOMBOK
Setelah balapan di Red Bull Ring, momentum sempat berpihak pada Martin dan Aprilia saat mereka tiba di Motegi dengan keunggulan 12 poin atas Marquez. Kini, selisihnya dua poin saja. Segala pembicaraan mengenai Marc Marquez dan Ducati berpusat pada betapa krusialnya meraih poin maksimal sebelum menghadapi Mandalika—sirkuit yang selama ini menjadi momok bagi sang Juara Dunia bertahan.
Dan seperti yang telah Marc Marquez lakukan sebanyak 78 kali sebelumnya di kelas MotoGP—termasuk di GP Jepang—ia kembali membuktikan kemampuannya. Melengkapi kesuksesan dalam Tissot Sprint, raihan 37 poin menjadi hasil yang sangat besar bagi Marc Marquez dan Ducati. Mereka sadar bahwa Mandalika bukanlah sirkuit yang menguntungkan musim ini, mengingat kebangkitan Aprilia. Statistik—khususnya bagi Marc Marquez—tidak pernah berbohong. Ia belum pernah melihat bendera finis saat balapan GP Indonesia. Bahkan, dalam dua kesempatan, Marc Marquez harus meninggalkan Mandalika dengan cedera, termasuk musim lalu usai terlibat insiden dengan Bezzecchi.
Dampak dari kecelakaan itu masih terasa hingga kini. Oleh karenanya, akhir pekan ini sorotan tertuju pada Aprilia dan Martin. Sang pemuncak klasemen pernah menang saat menggeber Ducati pada 2024 dan memenangi Sprint musim 2023. Ini adalah sirkuit yang disukai oleh Martinator. Namun, ia absen musim lalu akibat patah tulang selangka kanan—faktor ini bisa jadi menjadi hambatan bagi sang Juara Dunia MotoGP 2024.
Menjelang akhir pekan, prediksi tentu lebih mengunggulkan Martin di GP Indonesia. Walau begitu, ini adalah MotoGP. Dan ini adalah Marc Marquez. Pertanyaannya, akankah musim ini menjadi momen bagi #93 untuk mematahkan "kutukan" Mandalika? Atau justru Martin yang akan memperlebar keunggulannya di puncak klasemen?
JANGAN CORET BEZ DULU
Usai mengemas empat podium—semuanya finis ketiga—dalam lima balapan terakhir dan kini tiba di sirkuit saat ia tampil sangat cepat musim lalu, jangan dulu mencoret Bezzecchi dari perburuan titel Kejuaraan. Memang, Bez kehilangan lebih banyak poin dibandingkan dua rivalnya di Motegi. Tetapi selisih dengan rekan setimnya, Martin, masih di bawah 50 poin—tepatnya 49 poin. Seperti yang sudah kita saksikan sejauh musim ini, situasi tersebut bisa berubah. Akhir pekan yang krusial menanti peraih pole position dan pemenang Sprint Mandalika 2025 itu.
PARA KONTENDER
Tahun ini mungkin belum menjadi yang istimewa karena gangguan cedera, namun pembalap pertama yang patut disebut adalah pemenang dominan GP Indonesia musim lalu, Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP). Memenangi balapan Mandalika secara beruntun mungkin terasa sulit, namun dalam dunia balap, segalanya bisa saja terjadi.
Siapa dua pembalap yang naik podium bersama Aldeguer pada 2025? Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) dan Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP). Duo Spaniard meninggalkan Motegi dengan rasa penasaran serta ambisi lebih besar—setelah Acosta terkendala kecepatan pada balapan Grand Prix, sementara Alex Marquez harus menjalani Double Long Lap Penalty hingga akhirnya gagal finis.
Siapa penantang lainnya? Tentu saja, setelah GP Jepang, rasanya kurang lengkap jika tidak memasukkan nama Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) ke dalam daftar kontender. Bestia menunjukkan ritme balap yang luar biasa pada fase akhir balapan. Mampukah ia mengulangi performa serupa akhir pekan ini?
Lalu, ada pula duet SuperFile Trackhouse MotoGP Team, Raul Fernandez dan Ai Ogura. Ada rasa kecewa yang dirasakan Ogura—bintang tuan rumah—setelah finis keenam di hadapan publik sendiri. Pertarungan sengit di Motegi yang melibatkan dirinya, Fernandez, dan Acosta memang menyuguhkan tontonan menarik, tetapi juga meninggalkan rasa frustrasi bagi mereka yang terlibat.
PERTAMINA ENDURO VR46 BERUPAYA PETIK HASIL APIK
Sesuai dengan status sponsor utamanya, akhir pekan ini menjadi momen penting bagi duo Pertamina Enduro VR46 Racing Team, Fabio Di Giannantonio dan Franco Morbidelli. Diggia belum lagi finis lima besar pada balapan Grand Prix sejak menempati posisi keempat di GP Belanda, yang menyebabkannya turun ke peringkat keenam klasemen.
Setelah memaksakan diri membalap, meski menahan rasa sakit di GP Jepang—akibat insiden yang disebabkan oleh Alex Marquez saat Sprint—Di Giannantonio pun berharap kondisi fisiknya sudah lebih bugar saat berlaga di GP Indonesia demi mengincar kembali podium.
TANDA-TANDA MENJANJIKAN
Sayangnya, akhir pekan Diogo Moreira (Pro Honda LCR) di GP Jepang berakhir di gravel. Namun, sang rookie berhasil menggenggam medali Sprint pertamanya—sebuah bukti potensinya yang terus berkembang. Ia sekarang akan menghadapi GP Indonesia, dan dari seluruh pembalap MotoGP musim ini, Moreira satu-satunya yang mengoleksi dua kemenangan di Mandalika.
Di sisi lain, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) telah memeras kemampuan motor YZR-M1 bertenaga mesin V4 hingga batas maksimal—bahkan lebih—saat bertarung di Motegi. Mengingat ia finis ketujuh di Mandalika musim lalu, ditambah rekan setim Alex Rins sempat posisi kedua dalam balapan Grand Prix pada 2025, mungkin kita akan melihat Quartararo dan Rins menempati posisi yang lebih baik dalam urutan finis akhir pekan ini.
BERUPAYA BANGKIT
Pemenang GP Indonesia 2023, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team), terus berupaya memperbaiki peruntungannya setelah akhir pekan yang kurang memuaskan di Motegi, di mana ia hanya finis kedelapan dalam Grand Prix. Juara dunia MotoGP dua kali ini tercatat belum pernah naik podium dalam tujuh balapan Grand Prix terakhir.
Sementara itu, Johann Zarco (Castrol Honda LCR) tentu tidak ingin kembali kalah dari Moreira. Sejauh musim ini, pencapaian terbaiknya adalah finis ketujuh. Sedangkan Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) mengusung tekad untuk kembali menembus 10 besar di Mandalika, sirkuit di mana ia meraih posisi keempat musim lalu.
Finis kelima yang dibukukan Luca Marini (Honda HRC Castrol) di GP Indonesia merupakan hasil terbaiknya musim lalu. Jadi, jangan remehkan peluangnya untuk kembali bersaing di barisan tengah. Adapun keberhasilan Marini finis ke-10 di GP Jepang memastikan ia mempertahankan rekor impresif selalu mencetak poin pada balapan Grand Prix sejauh ini.
SELAMAT DATANG KEMBALI, ALEIX
Mengingat bahwa Joan Mir masih harus absen karena sakit, serta Somkiat Chantra yang kembali bertugas di WorldSBK Portugal, akhir pekan ini menjadi momen kembalinya Aleix Espargaro ke lintasan balap dengan sambutan hangat.
MASIH BANYAK LAGI
Maverick Vinales (Red Bull KTM Tech3) berhasil melewati akhir pekan comeback-nya di Motegi tanpa kendala, sehingga fans bisa menantikan aksi lebih lanjut dari Top Gun di Mandalika. Sementara duet Prima Pramac Yamaha MotoGP—Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu—akan terus berjuang keras demi meraih poin.
Bagi El Turco, GP Indonesia menandai kembalinya ia ke Mandalika, sirkuit di mana ia mencatatkan kemenangan hat-trick pada 2022 serta mengunci gelar juara pertamanya di WorldSBK musim 2021 lalu.
Bersiaplah menyaksikan kelanjutan perburuan gelar juara MotoGP 2026 pada putaran Pertamina Grand Prix of Indonesia 9-11 Oktober!