TAJUK UTAMA: Marco Bezzecchi-Aprilia Tiba di Wilayah Musuh

Para penonton di Jerez bakal berpihak ke pembalap tuan rumah, tetapi rekor-rekor baru akan tetap tercipta. Berikut gambaran terkini jelang kembalinya MotoGP ke Eropa.

Usai akhir pekan yang memecahkan rekor di Austin, Marco Bezzecchi dan Aprilia Racing mendarat di tanah Spanyol, berbekal performa gemilang dan status pemuncak klasemen. Lima kemenangan Grand Prix secara beruntun. Memimpin 121 lap berturut-turut. Dominasi. Kombinasi Italia, setidaknya untuk balapan hari Minggu, tak terbendung sejauh musim ini. Bez pun diyakini berupaya memperpanjang rekor apiknya lebih jauh di belakang garis musuh.

Mengapa garis musuh? Bezzecchi adalah pemenang yang populer. Namun, lebih dari 100 ribu pendukung Spanyol bakal mendukung barisan rider Spanyol. Salah satunya bahkan mengenakan baju balap yang sama seperti Bezzecchi, yakni Jorge Martin yang kembali dalam penampilan terbaiknya. Kisahnya telah menjadi sorotan, dan Juara Dunia MotoGP 2024 itu menginjakkan kaki di Jerez dengan penuh percaya diri.

Bezzecchi memang tidak terhentikan saat memenangi tiga Grand Prix pada awal musim ini, tetapi Martin mengoleksi satu kemenangan dan podium Sprint – membuatnya hanya tertinggal empat poin pada klasemen kejuaraan. Persaingan antar duo pembalap Aprilia itu pun disinyalir akan memanas di GP Spanyol akhir pekan ini.

Di kubu Trackhouse MotoGP Team, Ai Ogura yang hampir meraih podium pertamanya di GP Amerika Serikat, sebelum masalah teknis menimpanya, akan berfokus penuh untuk menampilkan kecepatan yang sama di Jerez. Rekan setimnya, Raul Fernandez, mengincar podium dalam balapan kandang setelah akhir pekan yang tenang dan konsisten di COTA lalu.

Acosta dan KTM Memimpin Para Pengejar

GP Brasil mungkin tak menghasilkan poin yang menarik perhatian, tetapi Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) menunjukkan kekuatan di GP Amerika Serikat. Ya, penantian untuk kemenangan Grand Prix masih berlanjut, namun Acosta menjadi yang terbaik di antara sesama penunggang RC-16. Berjarak 21 poin dari Bezzecchi, dan podium MotoGP pertama di GP Spanyol jelas menjadi sebuah hal yang sangat didambakan oleh #37.

Di balik penalti tekanan ban terhadap Acosta, ada sisi positif yang dipetik KTM. Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) dipromosikan ke podium Sprint. Bestia pastinya mengusung harapan untuk dapat mempertahankan kecepatan, serta melanjutkan tren positifnya di Jerez. Sementara itu, Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) berharap tur Eropa bisa menjadi titik balik untuk membawanya kembali ke barisan depan.

Sayangnya, Maverick Vinales (Red Bull KTM Tech3) belum bisa kembali beraksi. Le Mans pun kini menjadi target barunya setelah ia absen di Austin karena cedera bahu yang dialaminya dari musim lalu. Tech3 hanya akan menurunkan Bastianini, sedangkan pembalap penguji Pol Espargaro tidak dapat jadi pengganti karena cedera tangan.

Marc Marquez dan Ducati Mencari Jawaban

Anda mungkin akan mendapat peluang yang kurang menguntungkan jika Marc Marquez (Ducati Lenovo Team) tiba di Grand Prix kandangnya dengan dua medali Tissot Sprint dan nol podium Grand Prix atas namanya. Namun, itulah situasi yang dihadapi #93. Selisih 36 poin dengan Bezzecchi menjelang GP Spanyol, dan setelah GP AS yang dramatis, Juara Dunia MotoGP tujuh kali itu jelas membidik mengincar kemenangan di Jerez. Musim 2019 adalah kali terakhir Marc Marquez memenangi GP Spanyol. Jadi, mampukah dia dan Ducati membalikkan keadaan, serta memulai upaya pertahanan gelarnya dengan baik?

Di sisi lain, meskipun raih medali perak di Sprint COTA, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team) mengalami kesulitan saat menghadapi balapan Grand Prix. Pecco sekarang bertengger pada peringkat kesembilan klasemen jelang aksi di sirkuit yang pernah dimenanginya secara hat-trick (2022, 2023, dan 2024). Mengulang kemenangan akan menjadi hal yang luar biasa. Podium jelas bakal menjadi tujuan utamanya.

Memimpin armada Ducati menuju Jerez adalah Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team). Polesitter dua kali beruntun ini belum pernah finis di luar enam besar dalam Grand Prix musim ini. Diggia bahkan kini telah finis sebagai pembalap Ducati terbaik dalam dua putaran terakhir. Melanjutkan rekor tersebut akan menjadi tantangan berat di Jerez mengingat kehebatan Marc Marquez, sejarah Bagnaia, dan Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) yang merupakan pemenang GP Spanyol 2025. Tetapi itu juga bukan hal yang mengejutkan lantaran Di Giannantonio sedang dalam performa terbaiknya.

Alex Marquez, yang disebutkan sebelumnya, menempati peringkat kedelapan klasemen. Tanpa finis tiga besar di Sprint dan GP sejauh musim ini, pembalap bernomor #73 itu tentu berupaya bangkit di Jerez. Begitu pula Franco Morbidelli (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) setelah finis ke-14 di Austin lalu.

Jeda tiga akhir pekan datang pada waktu yang tepat bagi beberapa pembalap, termasuk Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP). Posisi kedelapan di GP Brasil dan ke-11 di GP AS menandakan kinerja yang sangat solid bagi Rookie of the Year 2025 tersebut. Aldeguer bakal tiba di Grand Prix kandangnya dengan kondisi fisik lebih bugar, setelah melanjutkan pemulihannya dari cedera patah tulang paha yang dideritanya saat musim dingin.

Tanda Menjanjikan HRC

Podium Sprint nyaris dikemas Joan Mir (Honda HRC Castrol), hampir pula mencetak poin besar Grand Prix di COTA. Tetapi pada akhirnya, GP AS berakhir tanpa poin bagi Juara Dunia MotoGP 2020 tersebut. Rekan setimnya, Luca Marini, berhasil mengumpulkan poin yang cukup banyak untuk HRC, berkat finis kelima di Tissot Sprint, menyiratkan konsistensi dan kemajuan yang jelas terlihat.

Johann Zarco (Castrol Honda LCR) juga mencetak poin Sprint di Austin. Sayangnya, ia gagal finis dalam balapan hari Minggu. Sedangkan pembalap rookie Diogo Moreira (Pro Honda LCR) meraih posisi ke-13 untuk ketiga kalinya secara beruntun, melanjutkan rekor poin 100% pada Grand Prix. Tantangan berbeda menanti di Jerez, dan HRC berharap tantangan ini akan membawa mereka kembali masuk dalam perebutan podium.

Kerja Keras Terus Berlanjut di Yamaha

Hal positif dari COTA? Toprak Razgatlioglu (Prima Pramac Yamaha MotoGP) berhasil mencetak poin untuk pertama kalinya di MotoGP. Posisi ke-15 boleh jadi bukan hasil yang diinginkan El Turco atau Yamaha, namun ini merupakan langkah yang baik karena mereka terus berupaya untuk menjadikan YZR-M1 bertenaga V4 lebih kompetitif.

Sementara itu, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) tampil kompetitif di GP Spanyol tahun lalu. Raih pole position dan finis kedua. Tentunya, El Diablo bakal sangat senang jika dapat mengulanginya kali ini. Dan siapa tahu, meskipun di sirkuit yang hampir sempurna untuknya, mungkin ada keajaiban yang bisa terjadi.

Rekan setimnya, Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP), merupakan peraih podium GP Spanyol 2019. Kemudian, Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) adalah pemenang balapan di Jerez pada 2021. Kedua pembalap berpengalaman ini akan berjuang sekuat tenaga demi raihan maksimal.

Wilayah musuh bagi sebagian orang adalah wilayah kandang bagi yang lain. Pun demikian, Jerez adalah balapan klasik sejati bagi kita semua. Lereng bukit akan dipenuhi dengan suara MotoGP saat olahraga paling seru di dunia ini kembali ke salah satu sirkuit paling ikoniknya. Jangan lewatkan Estrella Galicia 0,0 Grand Prix Spanyol pada 26-28 April akhir pekan ini!

Kegilaan dimulai sekarang

Ikuti musim 2026 secara LIVE dan OnDemand dengan MotoGP™ VideoPass

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.