TAJUK UTAMA: Akhir Pekan Krusial Menanti MotoGP di Sepang

Lebih banyak lika-liku menanti dalam perebutan gelar juara saat paddock tiba untuk Ronde 19

Dan kini, giliran Malaysia. Setelah balapan Grand Prix Australia dibatalkan akibat cuaca buruk yang memengaruhi operasional helikopter medis, persaingan titel MotoGP 2026 menjelang Petronas Grand Prix of Malaysia akhir pekan ini tetap sama seperti usai Sprint yang seru – dan dramatis – di Phillip Island.

Selisih 10 poin. Marc Marquez (Ducati Lenovo Team), sang pemimpin klasemen. Jorge Martin (Aprilia Racing) yang masih cedera, sang pengejar. Dan Marco Bezzecchi (Aprilia Racing), sang kuda hitam. Lokasi pertarungan? Petronas International Sepang Circuit yang menakjubkan, tempat terjadinya banyak duel sengit dan penentu.

TRIO PEMBURU GELAR JUARA

Tissot Sprint terbaik musim ini – atau bahkan sepanjang masa? Bisa jadi. Setidaknya sampai Martin, yang memuncaki klasemen sebelum Sprint dimulai, mengalami kecelakaan. Akibat insiden di Phillip Island tersebut, Martinator tiba di Sepang dengan kondisi retak pergelangan tangan tanpa pergeseran tulang (non-displaced fracture). Berdasarkan informasi resmi dari Aprilia Racing, sang Juara Dunia MotoGP 2024 tak pulang ke Spanyol untuk menjalani perawatan dan tidak akan menjalani operasi. Apakah ia akan mencoba untuk tetap balapan? Jika ya, Martin harus dinyatakan fit secara medis. Kini, kita tinggal menunggu.

Situasi ini menempatkan Marc Marquez di posisi yang lebih menguntungkan dalam perburuan gelar juara. Dengan kondisi Martin yang cedera—meskipun ia masih unggul 50 poin atas Bezzecchi—momentum kembali berpihak pada sang Juara Dunia bertahan. Namun, terakhir kali #93 beraksi di Sepang adalah pada 2024. Kala itu, ia meraih posisi kedua di Sprint dan finis ke-12 dalam balapan Grand Prix setelah sempat terjatuh. Adapun dua kemenangannya tercatat pada 2014 dan 2018. Sepang memang bukan salah satu sirkuit favoritnya. Tetapi akhir pekan ini menjadi momen krusial bagi Marc Marquez untuk memperlebar keunggulan, mengingat kondisi yang terjadi di kubu Aprilia.

Di sisi lain, ada Bezzecchi. Sepang adalah sirkuit di mana Bez belum pernah sekalipun naik podium di kelas mana pun. Tahun lalu, Bezzecchi finis ke-11 dengan selisih lebih dari 19 detik di belakang sang pemenang, Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP). Namun, tahun ini situasinya berbeda—baik dari sisi pembalap maupun pabrikan—jadi jangan berharap pola yang sama akan terulang. Aprilia seharusnya kembali tampil sangat kuat.

Apa yang bisa diharapkan? Musim ini telah menjadi perjalanan yang penuh kejutan dan naik-turun bagi para pembalap pabrikan Noale. Menjelang GP Malaysia, situasinya kurang lebih seperti ini. Marc Marquez harus memanfaatkan posisinya sebaik mungkin, sementara Martin harus berjuang keras untuk meminimalkan potensi kehilangan poin menjelang tiga putaran terakhir musim ini. Dan Bezzecchi mau tidak mau harus mulai memangkas defisit 50 poin.

PATUT DIWASPADAI: AM73 & PA37

Mengapa? Alex Marquez (BK8 Gresini Racing MotoGP) dan Pedro Acosta (Red Bull KTM Factory Racing) adalah dua pembalap yang menempati posisi 1-2 pada GP Malaysia 2025. Alex Marquez memiliki rekam jejak yang impresif di Sepang, termasuk kemenangan di Sprint dan finis kedua pada balapan Grand Prix musim 2023, serta dua kali finis keempat pada 2024. Jika ditambah dengan momen saat ia mengunci gelar juara dunia Moto2 pada 2019, Sepang jelas menjadi sirkuit yang penuh kenangan manis baginya.

Sementara itu, ada Pedro Acosta—yang mengaku “tidak memiliki teman” dalam persaingan musim 2026 ini. Bintang KTM tersebut merupakan satu-satunya pembalap yang finis dengan selisih waktu kurang dari delapan detik di belakang Alex Marquez di Sepang musim lalu. Dan akhir pekan ini bisa jadi merupakan kesempatan bagi Acosta untuk meraih kemenangan MotoGP keduanya, mengingat ia tidak terlibat dalam dinamika perebutan gelar juara dunia yang sedang memanas di papan atas.

LEBIH BANYAK SEKUTU DALAM PERBURUAN TITEL?

Aprilia Racing berharap Raul Fernandez (Trackhouse MotoGP Team) sudah merasa lebih nyaman dengan jari telunjuk kanannya yang mengalami patah tulang. Seperti halnya Martin, Fernandez harus menjalani pemeriksaan medis untuk menentukan apakah ia bisa balapan, setelah terpaksa mundur dari GP Australia.

Di tengah persaingan yang kian memanas antara pabrikan Noale (Aprilia) dan Bologna (Ducati), setiap posisi menjadi sangat krusial. Pada periode yang sama musim lalu, Ai Ogura (Trackhouse MotoGP Team) menjadi pembalap dengan motor RS-GP terbaik dalam balapan Grand Prix dengan finis ke-10. Usai merasakan performa terbaiknya di Phillip Island, mampukah #79 menemukan ritme yang tepat di Sepang akhir pekan ini, sekaligus mencoba mencuri poin dari Marc Marquez?

Fabio Di Giannantonio (Pertamina Enduro VR46 Racing Team) berhasil meraih medali perunggu dalam Sprint Phillip Island—podium ke-10 baginya musim ini, baik di Sprint maupun Grand Prix. Tahun lalu, ia dan rekan setimnya, Franco Morbidelli, sama-sama finis enam besar di Sepang. Akankah duo Italiano bakal kembali bersaing memperebutkan podium?

Selain itu, ada pula pemenang Sepang sebelumnya yang mengenakan baju balap merah, Francesco Bagnaia (Ducati Lenovo Team). Mungkinkah akhir pekan ini menjadi momen di mana ia menemukan kembali kenyamanan pada bagian depan motor yang selama ini dicarinya? Pecco adalah pemenang GP Malaysia 2022 dan 2024, serta polesitter sekaligus pemenang Sprint Sepang 2025. Akhir pekan yang sangat penting menantinya.

Sayangnya, Fermin Aldeguer (BK8 Gresini Racing MotoGP) masih harus absen karena cedera patah tulang pada tangan kanannya. Seperti yang terjadi di Phillip Island, Iker Lecuona—Runner-Up WorldSBK 2026—akan kembali menggantikan rekan senegaranya itu.

HRC: Kuda Hitam untuk Meraih Podium?

Joan Mir (Honda HRC Castrol) akan kembali beraksi, dan Juara Dunia MotoGP 2020 ini kembali ke sirkuit tempat ia meraih podium Grand Prix terakhirnya. Keberhasilan Mir finis ketiga musim lalu, ditambah dengan posisi kedelapan yang dikemas rekan setimnya, Luca Marini, menandai akhir pekan yang kuat bagi pabrikan Jepang Jika pencapaian itu bisa diulangi—meskipun sulit mengingat situasi saat ini—tentu akan menjadi dorongan besar bagi Honda. Baik Mir maupun Marini kini menunggu konfirmasi medis agar dinyatakan fit untuk membalap.

Johann Zarco (Castrol Honda LCR) berhasil mendulang poin di Sprint Sepang 2025. Seperti yang ia tunjukkan kembali dalam kondisi lintasan basah di Phillip Island, Zarco adalah pembalap yang sangat tangguh saat menghadapi kondisi basah—situasi yang diprediksi akan terjadi sesekali di sini. Sementara itu, di lintasan dengan karakter stop and go, rookie Diogo Moreira (Pro Honda LCR) bakal menghadapi tantangan GP Malaysia pertama kalinya sebagai pembalap MotoGP.

TRIO KTM SIAP BERAKSI

Enea Bastianini (Red Bull KTM Tech3) mungkin merasa punya peluang untuk mendekati podium di Sepang, di mana ia finis ketujuh musim lalu. Hasil yang diraih di Jepang menunjukkan bahwa Bestia bisa tampil lebih tajam di Sepang. Lagipula, ia pernah menang pada 2023 dan naik podium musim 2024.

Di sisi lain, meski podium mungkin bukan target yang secara eksplisit dinyatakan, Brad Binder (Red Bull KTM Factory Racing) bertekad untuk melanjutkan performa solidnya. Ia telah mencatatkan poin dalam 12 balapan Grand Prix secara beruntun. Ditambah dengan finis keenam pada Sprint di Phillip Island, mungkinkah Binder meraih hasil terbaiknya musim ini di Sepang?

Sedangkan Maverick Vinales (Red Bull KTM Tech3) akan berupaya meraih posisi 10 besar pertamanya dalam balapan Grand Prix musim ini—sebuah tahun yang diwarnai oleh cedera—sembari terus membangun kekuatan dan menambah jam terbang.

YAMAHA BERBURU PENINGKATAN LEBIH LANJUT

Jack Miller (Prima Pramac Yamaha MotoGP) tentu sangat antusias untuk kembali beraksi di MotoGP, setelah ia tidak dapat menyuguhkan penampilan terakhir bagi para penggemar setianya di Phillip Island akhir pekan lalu.

Tahun lalu, Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha MotoGP) menjadi pembalap Yamaha dengan posisi finis terbaik, sementara Miller dan Alex Rins (Monster Energy Yamaha MotoGP) juga berhasil mengumpulkan poin.

Dengan hadirnya pembalap penguji Augusto Fernandez (Prima Pramac Yamaha MotoGP) yang menggantikan Toprak Razgatlioglu—yang tengah mengalami cedera bahu—GP Malaysia bisa menjadi momen penting untuk melangkah lebih jauh dalam pengembangan proyek V4 yang terus berevolusi.

Selisih 10 poin memang tidak banyak, begitu pula dengan 50 poin, mengingat masih ada banyak poin yang bisa diperebutkan. Namun, dinamika persaingan menuju titel Kejuaraan Dunia MotoGP 2026 terus menyuguhkan kejutan.

Mampukah Marc Marquez memanfaatkannya? Bisakah Bezzecchi bangkit dan membalas? Dan yang terpenting… mungkinkah Martin tampil kompetitif dan mengamankan poin-poin krusial saat perebutan gelar juara memasuki fase puncak yang mendebarkan? Kita akan mengetahuinya di Petronas Grand Prix of Malaysia!

Lima Ronde, Pertarungan Utama

Nikmati semua aksinya mulai dari hanya Rp600 ribuan dengan MotoGP™ VideoPass

Langganan Sekarang!
Dapatkan Newsletter Resmi MotoGP™!
Buat akun sekarang untuk mengakses konten video, laporan hasil balapan, hingga Newsletter MotoGP™ serta informasi menarik lainnya.